Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Saturday, January 15, 2011

Makalah Teknologi Pengolahan Mangga - By. Yuliana (TP semester 3) UNISI - Riau

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
Makanan yang baik dan berkualitas bukan ditentukan oleh penampilan dan cita rasanya saja, tetapi lebih ditekankan pada nilai gizi dan zat-zat yang terkandung dalam makanan. Secara umum menu makanan masyarakat Indonesia itu masih lebih banyak mengandung kalori dari pada unsur gizinya. Dengan cara mengkonsumsi buah-buahan, salah satunya buah mangga .
Buah mangga merupakan salah satu buah-buahan yang mempunyai nilai gizi yang tinggi selain itu sering kita jumpai persediaan mangga melebihi permintaan terutama di musim panen raya. Akibatnya stok menumpuk, tidak terjual bahkan sampai terbuang percuma. Padahal buah mangga dapat diolah menjadi berbagai bentuk pangan olahan mulai manisan, sari buah, selai, minuman bubuk dan lain-lain.
Oleh karena itu, dengan makalah yang berjudul “Teknologi Pengolahan buah mangga “(Mangifera indica)” penulis ingin menerangkan bagaimana proses buah mangga diolah menjadi produk - produk olahan dan awetan yang makin bervariasi, yang bernilai guna, berdaya guna dan berhasil guna.

1.2. Tujuan
Tujuan pembuatan makalah ini yaitu untuk memenuhi tugas mandiri, Mata kuliah Teknologi Pengolahan Nabati serta untuk lebih mengetahui fisiologi pasca panen buah mangga, proses penyimpanannya, aneka olahan dari buah mangga serta pemanfataan limbah dari buah mangga.

1.3. Rumusan Masalah
Adapun yang menjadi rumusan masalah pada makalah ini adalah :
1. Bagaimana fisiologis buah Mangga pada saat penen dan pasca panen?
2. Bagaimana proses penyimpanan buah Mangga serta gangguan yang terjadi selam proses penyimpanan?
3. Aneka olahan dari buah mangga.
4. Pemanfaatan limbah buah mangga.

BAB 11
MANGGA

2.1. Fisiologi Pasca Panen
2.1.1. Kandungan gizi buah mangga
Nilai Kandungan gizi Mangga per 100 g (3.5 oz)
No Kandungan Jumlah
1 Energi 272 kj (65 kal)
2 Karbohidrat 17.00 g
3 Gula 14.8 g
4 Diet serat 1.8 g
5 Lemak 0.27 g
6 Protein 0.51 g
7 Vitamin A equiv 38 mg (4%)
8 - Beta-karoten 445 mg (4%)
9 Thiamine (Vit. B1) 0.058 mg (4%)
10 Riboflavin (Vit. B2) 0.057 mg (4%)
11 Niacin (Vit. B3) 0.584 mg (4%)
12 Asam pantotenat (B5) 0.160 mg (3%)
13 Vitamin B6 0.134 mg (10%)
14 Folat (Vit. B9) 14 mg (4%)
15 Vitamin C 27.7 mg (46%)
16 Kalsium 10 mg (1%)
17 Besi 0.13 mg (1%)
18 Magnesium 9 mg (2%)
19 Fosfor 11 mg (2%)
20 Kalium 156 mg (3%)
21 Seng 0.04 mg (0%)

2.1.2. Panen
Mangga cangkokan mulai berbuah pada umur 4 tahun, mangga okulasi pada umur 5-6 tahun. Banyaknya buah panen pertama hanya 10-15 buah, pada tahun ke 10 jumlah buah dapat mencapai 300-500 buah/pohon. Panen besar biasanya jatuh di bulan September-Oktober.
Tanda buah sudah dapat dipanen adalah adanya buah yang jatuh karena matang sedikitnya 1 buah/pohon, warna buah arumanis/manalagi berubah menjadi hijau tua kebiruan, warna buah mangga golek/gedok berubah menjadi kuning/merah Buah yang dipetik harus masih keras.

Cara Panen
Buah mangga dipetik pada sore hari dengan menggunakan tangan. Memanen mangga sangat mudah karena dengan tarikan yang lemah buah yang sudah masak akan lepas. Pemanen biasanya memanjat pohon mangga dan langsung mengambil buahnya atau menggunakan keranjang yang diikatkan pada sebatang galah panjang. Kadang-kadang diikatkan pula gunting pada galah untuk memotong tangkai buah. Bila digunakan gunting, sebuah keranjang yang diikatkan pada sebatang galah ditempatkan di bawah buah yang akan dipotong, untuk mencegah jatuhnya buah ke tanah. Jangan sekali-kali merontokkan, melempar, atau menjatuhkan buah mangga langsung ke tanah. Buah mangga yang telah dipanen tidak boleh langsung terkena sinar matahari, ordea, atau hujan, baik di lapangan mapun waktu diangkut ke tempat pengemasan.

Periode Panen
Di Indonesia pohon mangga berbunga satu tahun sekali sehingga panen dilakukan satu periode dalam satu tahun. Dari satu pohon, buah tidak akan masak bersamaan sehingga dilakukan beberapa kali panen.

Syarat Tumbuh Buah Mangga yaitu:
1. Iklim
Tanaman mangga cocok untuk hidup di daerah dengan musim kering selama 3 bulan. Masa kering diperlukan sebelum dan sewaktu berbunga. Jika ditanam di daerah basah, tanaman mengalami banyak serangan hama dan penyakit serta gugur bunga/buah jika bunga muncul pada saat hujan.
2. Media Tanam
• Tanah yang baik untuk budidaya mangga adalah gembur mengandung pasir dan lempung dalam jumlah yang seimbang. Derajat keasaman tanah (pH tanah) yang cocok adalah 5.5-7.5. Jika pH di bawah 5,5 sebaiknya dikapur dengan ordeaux.
3. Tempat Ketinggian
1. Mangga yang ditanam didataran rendah dan menengah dengan ketinggian 0-500 m dpl menghasilkan buah yang lebih bermutu dan jumlahnya lebih banyak dari pada di dataran tinggi.

Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit yang menyerang tanaman Mangga yaitu:
1. Hama
1. Kepik mangga (Cryptorrhynoccus gravis)
Gejala : Menyerang buah dan masuk ke dalamnya.
Pengendalian : Dengan semut merah sehingga kepik tidak bertelur.
2) Bubuk buah mangga
Gejala :Menyerang buah sampai tunas muda. Kulit buah
kelihatan normal, bila dibelah terlihat bagian dalamnya dimakan hama ini.
Pengendalian :Memusnahkan buah mangga yang jatuh akibat hama
ini, menggunakan pupuk kandang halus, mencangkul tanah di sekitar batang pohon dan menyemprotkan insektisida ke tanah yang telah dicangkul.
3) Bisul daun(Procontarinia matteiana.)
Gejala : Daun menjadi berbisul dan daun menjadi berwarna
coklat, hijau dan kemerahan.
Pengendalian : Penyemprotan buah dan daun dengan Ripcord,
Cymbuth atau Phosdrin tiga kali dalam seminggu, membakar daun yang terserang, menggemburkan tanah untuk mengeluarkan kepompong dan memperbaiki aerasi.

4) Lalat buah
Gejala : Buah busuk, jatuh dan menurunkan produktivitas. Pengendalian : Dengan memusnahkan buah yang rusak, memberi
umpan berupa larutan sabun atau metal eugenol di
dalam wadah dan insektisida.
5) Wereng ( Idiocerus clypealis, I. Niveosparsus, I. Atkinsoni)
Gejala :Wereng ini menyerang daun, rangkaian bunga dan ranting sambil mengeluarkan cairan manis sehingga mengundang semut api untuk memakan tunas atau kuncup. Cairan yang membeku menimbulkan jamur kerak hitam.
Pengendalian :Dengan insektisida Diazinon dan pengasapan seminggu empat kali.
6) Tungau (Paratetranychus yothersi, Hemitarsonemus latus)
Gejala :Tungau pertama menyerang daun mangga yang masih muda sedangkan yang kedua menyerang permukaan daun mangga bagian bawah. Keduanya menyerang rangkaian bunga.
Pengendalian :Dengan menyemprotkan tepung belerang, insektisida Diazinon atau Basudin.
7) Codot
Gejala :Memakan buah mangga di hari.
Pengendalian : Dengan membiarkan semut kerangkeng hidup di
sela daun mangga, memasang kitiran Bordeau berpeluit dan melindungi pohon dengan Bordeau.
2. Penyakit
1) Penyakit mangga
Penyebab : Jamur Gloeosporium mangifera. Jamur ini
menyebabkanbunga menjadi layu, buah busuk, daun
berbintik-bintik hitam dan menggulung
Pengendalian : Fungisida Bubur Bordeaux.

2) Penyakit diplodia
Penyebab :Jamur Diplodia sp. Tumbuh di luka tanaman muda hasil okulasi.
Pengendalian :Dengan bubur bordeaux. Luka diolesi/ditutup arafin- carbolineum.
3) Cendawan jelaga
Penyebab : Virus Meliola mangifera atau jamur Capmodium
mangiferum. Daun mangga yang diserang berwarna
hitam seperti beledu. Warna hitam disebabkan oleh
jamur yang hidup di cairan manis
Pengendalian : Dengan memberantas serangga yang menghasilkan
cairan manis dengan insektisida atau tepung
belerang.
4) Bercak karat merah
Penyebab :Jamur Colletotrichum gloeosporiodes. Menyerang daun, ranting, bunga dan tunas sehingga terbentuk bercak yang berwarna merah. Penyakit ini sangat mempengaruhi proses pembuahan.
Pengendalian :Pemangkasan dahan, cabang, ranting, menyemprotkan fungisida bubuk ordeaux atau sulfat tembaga.
5) Kudis buah
Gejala :Adanya bercak Menyerang tangkai bunga, bunga, ranting dan daun. Kuning yang akan berubah menjadi abu-abu. Pembuahan tidak terjadi, bunga berjatuhan.
Pengendalian :Fungisida Dithane M-45, Manzate atau Pigone tiga kali seminggu dan memangkas tangkai bunga yang terserang.
6) Penyakit Blendok
Penyebab :Jamur Diplodia recifensis yang hidup di dalam lubang yang dibuat oleh kumbang Xyleborus affinis). Lubang mengeluarkan getah yang akan berubah warna menjadi coklat atau hitam.
Pengendalian :Memotong bagian yang sakit, lubang ditutupi dengan kapas yang telah dicelupkan ke dalam insektisida dan menyemprot pohon dengan bubur Bordeaux.
2. Gulma
Benalu memberikan kerusakan dalam waktu pendek karena menyebabkan makanan tidak diserap tanaman secara sempurna. Pengendalian dengan memotong cabang yang terserang, menebang tanaman yang diserang benalu dengan berat.

2.1.3. Pasca Panen

1. Pengumpulan
Buah mangga yang telah dipanen tidak boleh langsung terkena sinar matahari, angin, atau hujan, baik di lapangan mapun waktu diangkut
ke tempat pengemasan (dikumpulkan ditempat yang teduh).

2. Pembersihan Buah.
Bila digunakan gunting untuk memanen buah, setidaknya 10 cm dari tangkai harus dipertahankan. Getah yang sangat lekat dan mudah mengalir pada buah mangga yang baru dipetik, tidak akan mengotori buah. Buah mangga, khususnya varietas berwarna hijau di Indonesia, banyak sekali mengalirkan lateks atau getah dari tangkai yang baru saja dipotong. Getah ini harus dibersihkan dari buah dengan mencuci buah dengan larutan 100 ppm natrium hipokhlorit secepatnya setelah buah dipetik, untuk mencegah getah membakar kulit buah yang selanjutnya dapat menyebabkan buah membusuk.

3. Pengeringan
Mengeringkan buah-buah sesudah dicuci atau direndam dalam air hangat, perlu sekali dilakukan. Agar buah tidak mudah busuk sehingga tahan lama.

4. Sortasi dan Grading
Mangga yang rusak dipisahkan dengan mangga yang mulus. Setelah sortasi buah mangga dilap untuk menghilangkan getah yang dapat menurunkan mutu terutama jika buah akan dipasarkan ke pasar swalayan atau luar negeri.Buah yang akan dipasarkan di dalam negeri dapat diperam untuk mempercepat pemasakan. Sortasi didasarkan berat buah atau ukuran buah. Kelas berdasarkan berat buah antara lain:
a) Kelas I: > 320 gram/buah
b) Kelas II: 270 - 320 gram/buah
c) Kelas III: 200 - 270 gram/buah
Sedangkan berdasarkan ukuran buah dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a) Klasifikasi Besar: arum manis > 17,5 cm, golek > 20 cm
b) Klasifikasi Sedang: arum manis 15 - 17,5 cm, golek 17,5 - 20 cm
c) Klasifikasi Kecil: arum manis < 15 cm, golek < 17,5 cm

5. Pelilinan (Waxing)
Dalam penanganan pascapanen mangga, pelapisan lilin atau waxing dapat menekan laju respirasi sehingga perlakuan ini merupakan salah satu alternatif untuk memperpanjang masa simpan buah-buahan. Pelilinan akan
menghambat proses respirasi sehingga perubahan kimiawi yang terjadi pada mangga relatif terhambat. Dengan terjadinya penghambatan respirasi akan menunda kematangan buah. melakukan pelilinan pada buah mangga dapat menurunkan serangan antracnose dan buah memiliki penampakan yang lebih baik secara fisik dan kimia dengan kerusakan minimal.

6. Pengemasan
Pengemasan harus mampu melindungi mangga dari kerusakan yang terjadi selama distribusi dan pemasaran. Fungsi lain pengemasan adalah mempertahankan bentuk dan kekuatan kemasan dalam waktu yang lama, termasuk dalam kondisi kelembaban nisbi yang mendekati jenuh atau setelah terguyur air. Pengemasan merupakan bagian dari kegiatan pascapanen sebelum dilakukan transportasi atau penyimpanan. Adanya wadah atau pembungkus dapat membantu mencegah atau mengurangi kerusakan, melindungi produk yang ada di dalamnya dan melindungi dari bahaya pencemaran serta gangguan fisik (gesekan, benturan, getaran) (Broto, W., 2003). Untuk pemasaran ekspor, sebelum dimasukkan ke dalam karton, mangga diberi pelapis net foam. Hal ini dilakukan untuk mencegah kerusakan fisik akibat benturan selama dalam transportasi. Setelah dilakukan pengemasan dengan net foam, baru kemudian dimasukkan ke dalam karton yang dibagian dalam diberi pelapis lilin. Ukuran karton yang digunakan adalah 40x30x10 cm dengan isi tiap karton 2 kg.

7. Pengangkutan
Pada pengangkutan buah mangga untuk tujuan ekspor maupun domestik harus menggunakan mobil yang dilengkapi ruang pendingin. Hal ini untuk menjaga rantai dingin selama transportasi. Rantai dingin diperlukan untuk membatasi pembusukan tanpa menyebabkan terjadinya kematangan abormal atau perubahan-perubahan lainnya yang tidak diinginkan dan mempertahankan mutu sampai ke tangan konsumen. Suhu yang tepat untuk pengangkutan mangga adalah 10°C.

2.2. Teknologi Penyimpanan Buah Mangga
Penyimpanan Buah buah mangga dapat dipertahankan dalam keadaan baik 15 - 21 hari sesudah dipanen, bergantung pada varietas, daerah
penghasil mangga, dan musim.
Buah mangga berwarna hijau yang telah tua dapat masak pada suhu 21 - 240C dan kelembaban 85 - 90%. Pada proses masaknya buah khlorofil (warna hijau) berkurang dan terjedi pembentukan antosianin dan
karotenoida dalam kulit dan daging. Etilen dapat digunakan untuk mempercepat dan lebih menyeragamkan menjadi masaknya buah (100 ppm etilen selama 24 - 48 jam pada suhu 200C). Menjadikan buah masak dapat dilakukan di tempat pengangkutan bila waktu transit kurang dari 5 hari atau di tempat penerimaan bila waktu transit lebih dari lima hari.

1. Mangga harus disimpan dalam suhu ruang dan dalam wadah yg kering pada suhu 10 – 150 ْC jagan simpan mangga dalam lemari es, mangga yang masih mengkal/mentah akan jadi matang dalam waktu 3 hari jika dibiarkan dalam suhu ruang. ada juga beberapa jenis mangga yang akan jadi matang lebih dr waktu 3 hari. begitu sudah matang, mangga dapat disimpan dalam lemari pendingin.Perlu diperhatikan bahwa buah mangga dapat rusak karena suhu rendah/dingin (kerusakaan faali bila disimpan pada suhu rendah tetapi di atas titik beku air). Kerusakan oleh suhu rendah ini antara lain terlihat sebagai berubahnya warna kulit menjadi abu-abu, terbentuknya lobang-lobang pada kulit dan buah tidak merata menjadi masak (warna buah jelek dan juga rasanya pun tidak enak).

2. Buah mangga yang telah dipetik disimpan ditempat yang kering, teduh dan sejuk.

Buah yang diberi perlakuan, memiliki sifat fisik kimia yang lebih bagus serta memiliki kesegaran dan ketahanan lebih tinggi terhadap serangan panyakit. Pada buah dengan perlakuan, serangan penyakit pascapanen baru muncul pada hari ke-6. Selain itu tekstur buah juga sudah lunak. Hanya pada parameter warna tidak berbeda antara buah dengan perlakuan dan buah tanpa perlakuan (kontrol). Buah tanpa perlakuan (kontrol) pada hari ke 2 sudah mulai terserang penyakit.

a. Serangan Antraknosa
Penyakit antraknosa merupakan penyakit pascapanen yang sangat berbahaya dan bersifat latent infection. Gejala serangan antraknosa pada tahap pascapanen umumnya timbul ketika buah sedang mengalami transportasi, pemasaran dan penyimpanan. Infeksi antraknosa pada buah terlihat dari gejala khas yaitu bercak-bercak hitam pada bagian kulit, yang sedikit demi sedikit melekuk dan bersatu dengan daging buah yang membusuk (Gambar 5). Penyakit antraknosa mulai menyerang pada minggu ke 4. Serangan yang terjadi sudah mencapai 50%. Hal ini kemungkinan pada saat panen telah terjadi infeksi antraknosa sehingga pada penyimpanan infeksi itu kembali muncul. Untuk mengendalikan Antraknosis buah direndam dalam air hangat bersuhu 520 C selama 1 - 3 menit.

b. Botryodiplodia sp
Botryodiplodia adalah jamur yang diketahui dapat menyebabkan stem end rot pada buah dan merupakan salah satu penyebab kerusakan pada buah. Jamur ini menyerang pada batang pohon, di mana serangan biasanya diawali karena luka akibat benda tajam. Pada minggu ke 3 belum terjadi serangan, baru pada minggu ke 4 terjadi serangan walupun masih tergolong rendah. Serangan paling banyak muncul pada minggu ke 6, dimana serangan botryodiplodia mencapai hampir 16%.

2.3. Teknologi Pengolahan Mangga
2.3.1. Asinan Mangga Serut

1. Bahan
• Mangga muda
• Cabai merah digiling agak halus
• Gula pasir
• Garam
• Air panas

2. Cara mengolah
• Mangga muda yang telah dicuci diparut kasar, sisihkan.
• Giling cabai merah dan garam, jangan terlalu halus.
• Masukkan cabai giling kedalam air panas, aduk.
• Taburkan gula pasir dan sedikit garam ke dalam serutan mangga aduk-aduk hingga mangga agak layu.
• Tuang air cabai ke dalam mangga aduk rata, diamkan hingga dingin.
• Masukkan adukan mangga ke dalam kulkas, biarkan semalam, hidangkan.

3. Skema Pembuatan Asinan Mangga Serut

Mangga Muda

Dicuci

Diparut Kasar

Sisihkan

Rebus air + cabai merah dan garam(yang telah dihaluskan)

+ Gula pasir dan sedikit garam

Aduk hingga layu

+ Air cabai kedalam mangga , diamkan sampai dingin

Masukkan kedalam Kulkas

Asinan Mangga Serut


2.3.2. Manisan Mangga Pedas

1. Bahan
• Mangga indramayu yang mengkal 1000 gram, iris-iris
• Gula pasir 350 gram
• Air 200 ml
• Garam 1/2 sendok teh
• Garam 1/2 sendok teh
• Cabe rawit 8 buah, iris-iris
• Pewarna kuning tua secukupnya

2. Cara Membuat:
1. Kupas mangga, potong-potong
2. Rebus gula, air, garam, cabe rawit dan pewarna hingga mendidih. Angkat.
3. Diamkan air gula hingga agak hangat. Masukkan mangga, diamkan dingin.
4. Siapkan wadah yang bersih dan kering. Masukkan mangga bersama air dan gula.
5. Simpan dalam lemari es minimal selama sehari sebelum disajikan.

3. Skema pembuatan Manisan Mangga Pedas
Mangga

Dikupas

Dipotong-potong

Rebus gula, air, garam, cabe rawit dan pewarna (sampai mendidih)

Diamkan air gula hingga hangat

Masukkan mangga (diamkan sampai dingin)

Siapkan wadah yang bersih

Simpan didalam lemari es

Manisan Mangga pedas

2.3.3. Minuman Mangga Bubuk

1. Bahan
• Daging buah mangga tua dan matang 500 gram
• Air 150 ml
• Gula pasir 1 kg

2. Cara membuat
1. Campur daging mangga dan air 50 ml. Haluskan dengan blender.
2. Campur 100 ml air dan gula pasir. Rebus di atas api sedang hingga gula larut dan berbuih.
3. Masukkan bubur mangga, masak di atas api sedang sambil terus diaduk hingga membentuk kristal yang halus. Angkat dan saring.
4. Haluskan kristal gula yang kasar.
5. Mangga bubuk siap disajikan.

3. Skema pembuatan minuman Mangga bubuk

Mangga
Campur dengan air 50 ml
Haluskan dengan blender
+ 100 ml air , gulas pasir (Rebus hingga laryt dan berbuih )
Masukkan bubur mangga, di masak sampai membentuk kristal halus
Angkat dan saring
Haluskan kristal gula
Mangga bubuk



2.3.4. Sari buah Mangga

1. Bahan
• Buah mangga gedong atau mangga kopyor
• Air
• Gula
• Asam sitrat

2. Cara pembuatannya:
• Buah dicuci bersih lalu dikupas, dipotong-potong.
• Kemudian daging buah diblender.
• Tambahkan air dengan perbandingan bubur buah dari air 1 : 3.
• Tambahkan gula 40%, asam sitrat 2 gram per liter campuran.
• Pasteurisasi dengan suhu 85°C selama 20 menit.

3. Skema pembuatan Sari buah Mangga
Mangga gendong
Dicuci, dikupas, dipotong-potong
Daging buah diblender
+ air dengan perbandingan bubur buah dari air 1:3
+ gula 40%, asam sitrat 2 gram per liter campuran
Pasteurisasi dengan suhu 85°C selama 20 menit
Sari buah Mangga


2.3.5. Selai Buah Mangga

1. Bahan
• Daging buah matang 50 kg
• Gula pasir 15 kg,
• Vanili 30 gr
• Jeruk nipis 20 gr
• Garam dapur secukupnya
• Natrium benzoat.

2. Cara membuat :
• Setelah dikupas kukus daging buah selama 10 menit
• Parut daging buah dan tambahkan gula, garam, panili, natrium benzoat dan jeruk nipis. Aduk sampai merata
• kemudian masak selama 1 jam, dinginkan
• Setelah mengental masukkan segera dalam botol, tutup dan biarkan botol dalam keadaan terbalik selama 5 menit.
• Setelah itu balik lagi botol ke posisi semula.

3. Skema pembuatan Selai buah mangga

Buah mangga
Dikupas
Dikukus selam 10 menit
Parut daging buah + gula, garam, panili, natrium benzoat dan jeruk nipis
Kemudian masak selama 1 jam, dinginkan
Setelah mengental masukkan dalam botol, tutup biarkan botol dalam keadaan terbalik selama 5 menit
Setelah itu balik lagi botol ke posisi semula
Selai buah Mangga

2.4. Pengolahan Limbah
Semua buah mangga masak pasti memiliki biji yang akan dibuang begitu saja oleh orang yang telah mengkonsumsi buah mangga tersebut. Tidak banyak orang mengetahui jika biji buah mangga dapat diolah menjadi makanan yang lezat, selain itu dan dan kayu pohon mangga bermanfaat.

2.4.1. Dodol biji Mangga
Dodol biji mangga terbuat dari biji mangga yang diolah dengan cara dan penambahan bahan tertentu. Biji Mangga yang berasal dari buah mangga masak, dikupas dan dikeluarkan dari kulit kerasnya kemudian dijemur sampai kering. Biji mangga kupas ini bersih dan berwarna putih setelah dibuang kulit arinya.
Biji mangga kupas dan kering akan ditumbuk halus untuk menghasilkan tepung biji mangga. Tepung biji mangga ini hampir sama dengan tepung terigu dari bertas atau tepung gaplek yang terbuat dari singkong. Pengolahan menjadi tepung ini juga dapat dilakukan dengan memarut biji mangga bersih yang masih segar tanpa menjemurnya.
Parutan biji mangga berikutnya direndam dalam air untuk diambil tepung patinya. Setelah berbentuk tepung kita dapat menambahkan gula dan santan serta warna hijau dari daun suji dan memasaknya beberapa waktu diwajan.
Sekitar satu jam adonan dodol akan mengental dan berwarna coklat jika kita memakai gula aren, berwarna hijau jika memakai gula putih dan pewarna dari dari daun suji.

2.4.2. Biogas
Beberapa tahun yang lalu, tropis Memproduksi mulai memproduksi jus dari mangga orang yang tidak hidup sesuai dengan tuntutan pasar buah internasional segar. Ini dilakukan pada sebuah pabrik di perkebunan.
Hanya 50% dari mangga menjadi jus, dan sisanya adalah baik biji, kulit, atau bubur buah-buahan yang dikeluarkan dalam proses. Jenis sampah yang tidak hanya menjadi masalah bagi Tropis Produce, tetapi juga untuk semua produsen buah lainnya di negeri ini. Ini terurai dengan cepat, dan menimbulkan penetasan larva lalat banyak. Karena ini harus cepat dikeluarkan dari daerah produksi, dan dikuburkan.
Beban tersambung ke masalah kebersihan dan bau limbah buah mungkin bisa diubah menjadi keuntungan dengan mengubah limbah buah sebagian untuk biogas, dan sebagian lagi untuk pupuk.

2.4.3. Pakan Ternak
Biji mangga dapat dijadikan pakan ternak atau unggas; di India bahkan dijadikan bahan pangan di masa paceklik.
Sayur
Daun mudanya dilalap atau dijadikan sayuran.
Arang
Kayu mangga cukup kuat, keras dan mudah dikerjakan; namun kurang awet untuk penggunaan di luar. Kayu ini juga dapat dijadikan arang yang baik.

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
• Buah mangga memiliki kandungan energi yang tinggi, yaitu sebesar 272 kj (65 kal).
• Tanda buah sudah dapat dipanen adalah adanya buah yang jatuh karena matang sedikitnya 1 buah/pohon, warna buah arumanis/manalagi berubah menjadi hijau tua kebiruan, warna buah mangga golek/gedok berubah menjadi kuning/merah Buah yang dipetik harus masih keras.
• Penanganan pasca panen buah mangga meliputi; pengumpulan, pembersihan buah, sortasi/grading, pelilinan, pengemasan, dan pengangkutan.
• Buah mangga disimpan pada suhuruang 10-150ْ C atau disimpan ditempat kering dan sejuk
• Penyakit yang menyerang buah mangga selama proses penyimpanan yaitu: Antraknosa dan Botyodplodia sp
• Mangga dapat diolah menjadi asinan mangga serut, manisan mangga pedas, minuman mangga bubuk, sari buah mangga, selai buah mangga.
• Limbah buah mangga dapat diolah menjadi : Dodol biji Mangga, biogas, pakan ternak, sayur, arang.

Saran
Jangan simpan mangga yang masih mengkal/mentah dalam lemari es, karena mangga akan jadi matang dalam waktu 3 hari jika dibiarkan dalam suhu ruang. ada juga beberapa jenis mangga yang akan jadi matang lebih dr waktu 3 hari. begitu sudah matang, mangga dapat disimpan dalam lemari pendingin.

No comments:

Post a Comment